Skoliosis, bagaikan lekukan indah di punggung yang ternyata membawa bahaya. Kelainan tulang belakang ini membuat punggung melengkung ke samping seperti huruf “C” atau “S”, bukannya lurus. Berikut solusi dari Pafi Murung Raya untuk mengatasi skoliosis.
Sumber : https://pafimurungraya.org/
Bukan hanya postur tubuh yang jadi aneh, skoliosis yang sering menyerang anak usia 10-15 tahun (lebih banyak pada anak perempuan) ini, jika dibiarkan, bisa berakibat fatal.
Dampaknya bisa berupa:
- Gangguan fungsi paru-paru: Kelengkungan yang parah menekan organ di dalam dada,
- menyebabkan sesak napas dan komplikasi pernapasan lainnya.
- Nyeri kronis: Kelengkungan yang terus menerus menekan otot dan saraf,
- menimbulkan rasa sakit yang tak tertahankan.
- Gangguan jantung: Pada kasus ekstrem, kelengkungan yang parah menekan pembuluh darah
- yang menuju jantung, mengganggu aliran darah dan fungsi jantung.
- Gangguan psikososial: Postur tubuh yang tidak normal dapat menyebabkan rasa minder
- dan depresi pada pengidapnya.
Penyebab pasti skoliosis masih menjadi misteri, namun beberapa faktor diduga berperan, seperti:
- Keturunan: Jika orang tua atau anggota keluarga lain memiliki skoliosis, risiko anak mengalaminya lebih tinggi.
- Kelainan saat lahir: Cacat tulang belakang tertentu saat lahir dapat meningkatkan risiko skoliosis.
- Gangguan pertumbuhan: Pertumbuhan tulang belakang yang tidak normal dapat menyebabkan skoliosis.
- Neuromuskular: Kondisi medis tertentu yang memengaruhi saraf dan otot dapat meningkatkan risiko skoliosis.
Gejala skoliosis bisa tidak terlihat jelas pada tahap awal, namun beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Punggung tampak melengkung ke samping, terutama saat membungkuk
- Bahu dan/atau pinggul tidak sama tinggi
- Nyeri punggung, terutama saat beraktivitas
- Mudah lelah
- Sesak napas (pada kasus yang parah)
- Ukuran tulang rusuk yang tidak sama
- Kepala tampak lebih rendah di satu sisi bahu
- Terlihat “punuk” di punggung bagian atas atau bawah
Diagnosis skoliosis dilakukan oleh dokter melalui pemeriksaan fisik, rontgen, dan
mungkin MRI/CT scan. Pemeriksaan ini membantu dokter untuk:
- Menentukan tingkat keparahan kelengkungan
- Menemukan penyebab skoliosis
- Memprediksi perkembangan kelengkungan
Pengobatan skoliosis tergantung usia, tingkat keparahan, dan perkembangan kelengkungan.
Beberapa pilihan pengobatan yang tersedia antara lain:
- Observasi: Pada kasus ringan, dokter mungkin hanya memantau perkembangan kelengkungan melalui rontgen berkala.
- Penopang: Untuk kelengkungan yang lebih parah, dokter mungkin merekomendasikan penggunaan penopang punggung khusus. Penopang ini membantu menopang tulang belakang dan mencegah kelengkungan semakin parah.
- Operasi: Pada kasus yang sangat parah, operasi mungkin diperlukan untuk meluruskan tulang belakang dan mencegah komplikasi lebih lanjut.
Skoliosis memang tidak bisa disembuhkan, tapi jangan khawatir, kondisinya bisa dikontrol!
Pencegahan terbaik adalah dengan:
- Memantau pertumbuhan anak secara berkala, terutama pada usia 10-15 tahun.
- Mendorong anak rutin berolahraga, minimal 30 menit setiap hari. Jenis olahraga yang baik untuk skoliosis adalah berenang, yoga, dan pilates.
- Menjaga postur tubuh yang baik saat duduk, berdiri, dan berjalan. Hindari membungkuk atau membawa beban berat hanya pada satu sisi tubuh.
- Membawa tas ransel dengan benar di kedua bahu. Gunakan tas ransel yang ringan dan sesuai dengan ukuran tubuh anak.
Jika kamu atau anakmu mengalami gejala skoliosis, jangan panik! Segera periksakan ke dokter. Semakin dini terdeteksi, semakin besar peluang untuk mengendalikan kondisinya.
Ingat, skoliosis bukan akhir segalanya!
Dengan penanganan yang tepat, kamu atau anakmu bisa menjalani hidup normal dan bebas rasa cemas.