Menu

Sejarah Masjid Istiqlal

0 Comment


Sejarah Masjid Istiqlal – Secara harfiah, Istiqlal dalam bahasa Arab adalah kebebasan. Ide pengembangannya muncul pada tahun 1950-an atas prakarsa Presiden Soekarno. Kemudian, luas pembangunan ditentukan di atas lahan seluas 9,5 hektar. Presiden Soekarno menginginkan masjid ini dibangun dekat dengan Gereja Katedral. Tujuannya untuk melambangkan toleransi beragama.

 Didesain oleh non-Muslim

Meski dibangun untuk tempat ibadah umat Islam, namun desain bangunan Masjid Istiqlal dibuat oleh seorang non-Muslim yaitu Friedrcih Silaban. Ia merancang desain Masjid Istiqlal melalui sebuah kompetisi yang diumumkan pada tahun 1955. Untuk menemukan desain yang tepat, Friedrcih Silaban juga berkeliling nusantara untuk melihat arsitektur yang ada.

Perkembangannya cukup lama

Namun, pembangunan telah tertunda. Ini karena gejolak ekonomi dan politik saat itu. Kemudian diperparah dengan kurangnya dana akibat krisis tahun 1960-an. Krisis yang paling berpengaruh terjadi pada peristiwa 1965 dan peralihan kekuasaan dari Orde Lama ke era Orde Baru. Setidaknya, Masjid Istiqlal dibangun selama 17 tahun dan selesai pada tahun 1978 yang diresmikan oleh Presiden Soeharto.

Penuh Filsafat Islam di Setiap Bagian Masjid

Bagian dan arsitektur Masjid Istiqlal dibangun atas dasar Islam. Hal ini terlihat pada angka-angka di sejumlah ruas masjid. Berikut beberapa fakta unik yang perlu diketahui.

Kubah yang Berarti

Kubah di Masjid Istiqlal sangat besar. Diameternya sendiri mencapai 45 meter, dan angka ini merupakan simbol kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Sedangkan, ada 12 pilar yang menopang kubah tersebut. Angka 12 melambangkan tanggal lahir Nabi Muhammad. Yakni tanggal 12 Rabiul Awal dan sekaligus tanda 12 bulan dalam setahun.

 

Masjid 5 lantai dengan 1 lantai dasar

Sebab, masjid ini memiliki lima lantai sekaligus. Lima lantai melambangkan rukun Islam. Selain itu angka lima juga mengacu pada kewajiban umat Islam setiap hari yaitu shalat lima waktu siang dan malam.

 Ada Satu Menara Utama

Jika masjid di Indonesia biasanya memiliki lebih dari satu menara, hal ini berbeda dengan Masjid Istiqlal yang hanya memiliki satu menara.Satu menara juga memiliki arti melambangkan keesaan Allah SWT.Menara ini dilapisi marmer. Diameternya kurang lebih 5 meter dengan tinggi 66,66 cm. Angka ini merupakan simbol dari banyaknya ayat dalam Alquran. Untuk ujung menara memiliki ketinggian 30 meter dan ini mencerminkan 30 juz dalam Alquran.

Tujuh Pintu Masuk Bernafas Asma Allah SWT

Terlepas dari tiga fakta menarik tersebut, fakta lain yang perlu diketahui dari Masjid Istiqlal adalah tujuh pintu masuk.Misalnya pintu utama disebut Al-Fattah.Kemudian disusul oleh pintu berikutnya bernama As Salam, Ar Rozaq dan Al Qudus. Lalu, ada pintu Al Malik, Al Ghaffar, dan Ar Rahman.

Banyak masjid di Indonesia dengan berbagai macam sejarah, dan perlu diperhatikan kelayakannya. Sebagai sesama umat muslim, kita harus saling tolong menolong. Warga muslim dipelosok-pelosok daerah Indonesia sangat memerlukan bantuan untuk mendirikan masjid dikawasan mereka. Agar mereka dapat beribadah dengan layak dan mudah diakses. Salah satu cara untuk membantu mereka ialah dengan menyumbangkan sebagian rezeki kita melalui https://masjidpedesaan.or.id yang berguna untuk mengumpulkan dana dari seluruh umat muslim yang ingin bersedekah agar bisa membantu membangun masjid pedesaan untuk warga muslim yang bertempat tinggal jauh dari perkotaan.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *